PROFIL SD JOANNES BOSCO YOGYAKARTA
Sekolah Dominikan Indonesia
Sekolah Dominikan Indonesia yang dikelola oleh Yayasan Santo Dominikus (YSD), adalah yayasan yang dikelola oleh kongregasi Suster OP. sesuai namanya pelindung para Suster OP dan YSD adalah Santo Dominikus. Maka semangat dan spiritualitas yang dikembangkan di seluruh karya para suster OP adalah spiritualitas Santo Dominikus.
Ada enam semangat Santo Dominikus yang dikembangkan dan dihidupi di sekolah-sekolah di bawah Yayasan Santo Dominikan di Indonesia adalah berdoa, belajar, memulai dari apa yang ada, belarasa, demokrasi, serta kegembiraan dan persaudaraan. Identitas sekolah Dominikan Indonesia yang akan dicapai adalah UTUH, CERDAS, CINTA KEBENARAN dengan motto Be Smart In VERITAS. Untuk dapat mencapai identitas sekolah Dominikan sebagaimana menjadi cita-cita bersama maka diaktualisasikan dalam bingkai kinerja sekolah Dominikan Indonesia tahun 2014/2015 sampai 2019/2020 yang sudah kita lalui bersama. Bingkai kinerja sekolah-sekolah di lingkungan Yayasan Santo Dominikus di Indonesia dijabarkan dalam 6 (enam) fokus tema, yaitu Tahun Kedisplinan dan Kebersihan, Tahun Utuh, Tahun Cerdas, Tahun Cinta Kebenaran, Tahun Kontemplasi dan Tahun Pewarta.
Bingkai kinerja YSD tahun pelajaran 2020/2021-2025/2026 berisi tema-tema yang dikemas tiap dua tahun sekali supaya membantu pelaksanaan Visi, Misi, dan Yujuan Yayasan Santo Dominikus. Maka target yang akan dicapai pada tahun pelajaran 2020/2021 yang merupakan Tahun STUDI adalah setiap anggota komunitas sekolah antusias bertkontemplasi dan membagikannya, memiliki, menyediakan koleksi buku-buku bacaan terkini (e-library), semangat membaca dan menulis untuk dapat dishare ke media. Yayasan Santo Dominikus memiliki 4 (empat) kantor cabang yaitu Kantor Cabang Yogyakarta, Purwokerto, Cirebon, dan Cimahi. Untuk Kantor Cabang Yogyakarta memiliki beberapa unit sekolah yaitu: Day Care Pelangiku, SD Joannes Bosco Yogyakarta, SMP Joannes Bosco, TK Fatima dan SD Fatima Rowoseneng, SMA dan SMK Dominikus Wonosari. Kantor YSD Pusat beralamat di Jalan Solo Km. 9, Maguwoharjo PO BOX 48 YKAP Yogyakarta 55282.
SEJARAH SINGKAT SD JOANNES BOSCO YOGYAKARTA
Perutusan Suster-suster OP dalam membangun sekolah-sekolah di Yogyakarta pada tahun 1968 tidak semudah membalikkan telapak tangan. Para Suster mengalami awan hitam sebab pada saat itu keadaan social politik Negara Indonesia tidak terlalu baik. Gerakan Komunis tengah menghasut masyarakat Gendeng Baciro untuk menentang kepemilikan tanah milik Suster-suster St. Dominikus. Para Suster dengan berani mempertahankan kepimpinannya. Selain itu juga bantuan dari Danrem 72 Pamungkas yaitu Kolonel Katamso.
Beberapa warga dan Komunis menemui Suster Barbara dengan marah dan tidak mau menyetujui pembangunan sekolah di sekitar tempat tinggal mereka. Jika dilanggar semua warga yang tidak setuju akan menyegel tanah yang ada di gendeng. Suster-suster pendahulu tidak menyerah begitu saja, dengan masalah komunis yang dihadapi. Usaha demi usaha mereka lakukan hingga akhirnya mereka meminta bantuan danrem 72 Pamungkas.
Akhirnya kepemilikan tanah bisa menjadi hak Suster-suster Dominikus dan di tanah tersebut dibangunglah gedung SD dan SMP. Dari tahun 1962 sampai 1964, kegiatan SD masih bertempat di rumah Ibu Cokro. Dan telah memiliki 2 paralel kelas 1 dan 2 masing-masing 2 paralel. Pada tahun 1967 karena keterbatasan ruang, maka sebagian kelas meminjam gedung gereja.
Tahun 1968, gedung SDK Baciro selesai dibangun, dan proses pembelajaran pindah di gedung baru. Gedung SD yang dibangun itu milik suster-suster yayasan Santo Dominikus, sedangkan secara yuridis pemerintahan, SDK Baciro masuk di yayasan Kanisius. Setelah beberapa tahun Ibu Cokro memimpin SDK Baciro, Ibu Cokro selaku pimpinan SDK Baciro mengundurkan diri.
Setelah mengalami pergantian kepemimpinan, dan setelah sekian lama SD Kanisius Baciro menjadi sekolah filial dari SD Kanisius Gayam, akhirnya pada tahun 1970, SD Kanisius Baciro resmi berdiri menjadi sekolah mandiri dan pemerintah kota memberikan SK kepada Sr. Barbara.
Proses pembelajaran berlangsung membaik dari tahun ke tahun di SD Kanisius Baciro setelah mendapat ijin berdiri. SD Kanisius Baciro semakin berkembang di bawah kepemimpinan Sr Melani, kemudian Sr Gabriela, kemudian Sr Melani dan Sr Constan. Memasuki tahun 2006 pada tanggal 26 Mei 2006, terjadi gempa bumi yang dahsyat di Yogyakarta. Sebagian gedung sekolah mengalami kerusakan, hingga akhirnya proses pembelajaran dilakukan secara darurat.
Semangat perjuangan suster-suster dan bapak ibu guru SD Kanisius Baciro untuk membangun kembali sekolah begitu besar di bawah komando Sr Constan yang menjadi penggerak dalam mengusahakan kembali SD Kanisius Baciro paska gempa. Kegigihan Sr Constan berhasil mengangkat SDK Baciro dari keterpurukan. Hingga akhirnya Tuhan memberikan timbal balik yang serupa dengan usaha mereka. Sekolah mendapat banyak bantuan baik dari dalam maupun luar negeri salah satunya Joannes Bosco Foundation untuk membangun gedung sekolah kembali. Gedung SDK Baciro sudah selesai dibangun dan sebagai ucapan terimakasih kepada pihak donatur, maka nama Joannes Bosco dicantumkan pada nama sekolah. Hingga saat ini SD Kanisius Baciro berubah nama menjadi SD Kanisius Baciro-Joannes Bosco dan telah diresmikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X pada tahun 2009.
Kepemimpinanpun silih berganti dari Sr. Gabriela, Ibu MM Sutarmi, Bapak Robertus Cahyadi, Bapak Y. Sarmiyadi, Sr. M Serafine OP, Ibu Susana Sri Anggorowati, Ibu C. Bekti Susilowati, dan sejak tahun 2016 dipimpin oleh Bapak T. Tri Indartanta.
Dengan perjuangan para suster dan guru-guru SD Kanisius Baciro yang beralih nama menjadi SD Joannes Bosco Yogyakarta pada tanggal 15 Desember 2015. SD Joannes Bosco memberi wadah kreativitas anak untuk berkembang. Begitu banyaknya potensi siswa SD JB maka sekolah memberi wadah pengembangan minat siswa melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Perkembangan ini tidak hanya dalam perkembangan akademis, tetapi juga dalam bidang non akademis.
Sejalan dengan tuntutan masyarakat dan perkembangan global, pendidikan di Indonesia mengalami perubahan yang sangat mendasar. Penyelenggaraan pendidikan di sekolah harus lebih demokratis, dan pengelolaan serta pembinaan sekolah dapat disesuaikan dengan kondisi, lingkungan serta sumber daya yang dimilikinya.
SD Joannes Bosco Yogyakarta sebagai lembaga pendidikan dasar bertugas dan berkewajiban menyiapkan peserta didik yang utuh, cerdas, terampil, dan cinta Kebenaran sehingga mutu lulusannya mampu bersaing, membuat rencana pengembangan sekolah baik untuk jangka pendek, menengah maupun jangka panjang dengan melibatkan stakeholder sehingga pelaksanaannya dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan.
Kondisi Nyata di SD Joannes Bosco Yogyakarta
SD Joannes Bosco Yogyakarta merupakan salah satu sekolah swasta Katolik di Yogyakarta. Sebagai sekolah swasta yang telah lama berdiri maka sekolah ini sudah 5 tahun terakhir ini menjadi salah satu sekolah yang diminati dan dipercaya oleh masyarakat sebagai lembaga pendidikan yang berkualitas.
Dari sisi akademik, siswa yang masuk berasal dari berbagai TK yang memiliki latar belakang pendampingan yang berbeda. Hal ini justru memberikan tantangan tersendiri bagi sekolah dan para guru dalam mengupayakan dan mendampingi para siswa sehingga output sesuai dengan harapan orang tua dan sekolah.
Proses pembelajaran di SD Joannes Bosco Yogyakarta diselenggarakan secara interaktif, menyenangkan, menantang, inspiratif, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, kemampuan, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
Kurikulum dikembangkan dan direalisasikan dalam proses pembelajaran antara lain kreativitas (menggunakan berbagai media dan metode), problem solving, kemandirian, kerja sama solidaritas, kepemimpinan, empati, toleransi, kejujuran dan kecakapan hidup peserta didik. Untuk membentuk watak serta meningkatkan peradaban siswa tersebut dilakukan dengan strategi sebagai berikut :
1) Menggunakan kurikulum merdeka
2) Guru melaksanakan CTL
3) Guru membuat bahan ajar (handout-LKS)
4) Melaksanakan pembelajaran ber-PPD berbasis aktivitas dan problem solving, dan kontemplasi sebagai gaya hidup
5) Proses pembelajaran dalam masa pendemi tetap menggunakan media TIK (online)
6) Optimal pengelolaan administrasi pada tugasnya
7) Memperbanyak pengalaman belajar tidak langsung
Dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pada dunia pendidikan , maka dari waktu ke waktu senantiasa diupayakan untuk meningkatkan dan melengkapi sarana prasarana pendidikan yang ada. Pada saat ini sekolah sudah terpenuhi sarana dengan cukup memadai antara lain : bangunan 18 ruang kelas, kantor guru, dan WC, laboratorium bahasa Inggris, laboratorium sains, ruang gamelan, ruang rapat, ruang audio visual, lapangan basket, dan halaman upacara. Ruang Kegiatan belajar, Laboratorium Komputer, Perpustakaan, Lapangan olahraga, Berbagai macam alat olahraga, Alat kesenian, CCTV, AC – LCD tiap kelas yang diharapkan dapat dimanfaatkan dalam proses belajar mengajar secara optimal.
Upaya terus-menerus untuk meningkatkan prestasi belajar siswa juga dilakukan oleh sekolah dengan mengikutsertakan siswa tryout, pendalaman materi (les). Sekolah menyelenggarakan penilaian dari pemerintah, penilaian sekolah dan penilaian dari guru, penilaian ini berupa Ujian Nasional, Ujian Sekolah, Ujian Akhir Tahun, Ujian Tengah Semester, penilaian harian, tugas terstruktur, tugas mandiri, porto folio siswa dan penilaian sikap.
Dalam upaya meningkatkan prestasi non akademik, sekolah melaksanakan berbagai kegiatan yang diwadahi dalam kegiatan ekstrakurikuler, gelar budaya, dan serta penampilan di beberapa instansi/lembaga. Banyak siswa yang berprestasi dalam bidang non akademik ( olahraga dan seni budaya) baik tingkat nasional, propinsi, maupun kabupaten. Kerjasama sekolah dengan stakeholder belum maksimal. Daya dukung dalam melengkapi sarana prasarana sekolah belum cukup berarti khususnya komite sekolah. Sekolah akan selalu menjalin kerjasama dengan orang tua siswa, masyarakat sekitar, lembaga-lembaga yang bergerak di bidang pendidikan, dan baru merintis hubungan dengan para alumni.
Brand Image
Pribadi Pembelajar, Cinta Kebenaran
Lokasi
SD Joannes Bosco Yogyakarta
Jl. Melati Wetan 53
Baciro Yogyakarta
Telp : 0274-561217
E-Mail : joannesboscoschool@gmail.com
VISI
Penyelenggara Pendidikan yang mewujudkan pribadi pembelajar dan cinta Kebenaran.
MISI
- Menghayati spiritualitas pewarta dengan menghargai keberagaman dalam pembaharuan pelayanan dengan memanfaatkan teknologi informasi.
- Membudayakan keunggulan akademik dan karakter pembelajar Dominikan Indonesia demi keselamatan jiwa-jiwa.
- Menjawab kebutuhan zaman dan lingkungan alam melalui proses kontemplasi untuk menumbuhkan Cinta Kebenaran.
- Membangun jejaring, dialog dan kerjasama dengan seluruh anggota kongregasi, alumni dan berbagai lembaga.
Keunggulan
- Mengutamakan Pendidikan Karakter
- Manajemen kelas kecil Setiap anak mendapatkan perhatian khusus sesuai kebutuhan.
- Pendampingan dari Passionate Teachers.
- Layanan BK untuk anak dan orang tua
- Pengenalan Bahasa Mandarin.
- Bahasa Inggris berkarakter Dominikan
- Jam Khusus membaca, pembiasaan menulis buku harian
- 5 hari sekolah
- Kegiatan Ekstrakurikuler yang mengapresiasi minat dan bakat peserta didik.
- Lokasi strategis
- Parkir cukup luas
- Kurikulum yang konsisten
- UKS dan tenaga perawat
- Perpustakaan lengkap
- Kegiatan outing dan live in
- Study tour untuk kelas VI
Fasilitas
Ruang Kelas ber AC dan LCD , Gedung yang memadai, Lab Komputer, Lab Bahasa, Lab IPA, Ruang Gamelan, Lapangan olahraga, Perpustakaan, Ruang Audio Visual, parker cukup luas, Ruang Musik, Hot Spot Area, Lingkungan asri dan ramah anak, Kantin Sehat, Kamar Mandi dan WC yang bersih.
DAFTAR EKSTRAKURIKULER
Pramuka, Futsal, Basket, Bulutangkis, Karawitan, Menggambar, Paduan suara, Dance, Menari, Jurnalistik, Teater, Sempoa, Karate, Taekwondo, Bahasa Inggris, Bahasa Mandarin, keyboard, Biola, Renang, Robotic, Komputer, Cinematography

Saya salah satu alumnus SDKB 80, terima kasih untuk Sr Barbara OP yang telah membimbing kami dan saya setuju dilakukan penghalangan alumnusnya.